Bandung (KABARIN) - Proses pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih terus berlangsung dengan penuh tantangan. Hingga hari kedua operasi, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan telah menyerahkan 25 kantong jenazah kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan pencarian terpaksa dihentikan sementara pada Minggu (25/1) pukul 16.00 WIB akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
“Pencarian kami hentikan karena hujan deras yang membahayakan tim di lapangan. Proses evakuasi akan dilanjutkan besok, sementara total kantong jenazah yang sudah diserahkan ke DVI mencapai 25,” ujar Ade di Bandung.
Pada hari kedua ini, tim SAR memusatkan pencarian di sektor A dan B, khususnya di titik A1, A2, dan B1, yang berdasarkan keterangan warga menjadi lokasi dengan potensi korban tertimbun paling besar.
“Kami fokus ke area yang sebelumnya sudah terdeteksi adanya korban. Informasi warga sangat membantu mempercepat pencarian,” jelasnya.
Dari total jenazah yang ditemukan, 11 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI. Sebanyak 10 jenazah ditemukan dalam kondisi utuh, sementara satu korban teridentifikasi melalui potongan tubuh berupa tangan.
Korban yang telah teridentifikasi yakni Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), A.I. Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), Ayu Yuniarti (31), serta M. Kori (30) yang teridentifikasi dari potongan tubuh.
Ade Dian mengungkapkan, longsor susulan menjadi salah satu hambatan serius dalam proses evakuasi hari ini. Retakan di bagian mahkota longsor sempat memicu runtuhan tambahan.
“Tadi sekitar pukul 10.30 WIB terjadi longsor susulan sehingga pencarian kami hentikan sementara sekitar 30 menit, lalu dilanjutkan kembali pukul 11.00 WIB setelah kondisi dinilai aman,” katanya.
Untuk mempercepat pencarian pada hari berikutnya, tim SAR berencana menambah titik pencarian di area sulit dijangkau serta mengerahkan lebih banyak peralatan berat.
“Hari ini kami menggunakan alat berat, dan besok akan ada tambahan tiga unit lagi, sehingga total enam alat berat dikerahkan,” ujar Ade.
Ia memastikan koordinasi dengan tim DVI akan terus diperkuat agar setiap korban yang ditemukan dapat segera diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.
“Kami terus mengevaluasi lokasi dan kendala di lapangan, terutama faktor cuaca yang sangat menentukan keselamatan tim dan kelancaran evakuasi,” tutupnya.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026